Sejar「Betting app」ah Sate Kere, Bukti Kreativitas Orang Solo pada Masa Penjajahan

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Taruhan lotre

BBetting appaca juga: Nikmatnya Sate Kere Mbak Tug, Sate Langganan Jokowi

Namun di baBetting applik kelezatannya, Betting appSate kere tak sebatas makanan tradisional. Ada cerita perjuangan masyarakat Solo dari sejarah terciptanya sate kere. 

Kuliner sate kere dalam pembukaan Solo Indonesia Culinary Festival (SICF) 2018 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Kamis (12/4/2018) malam.

Arti "kere"mengambarkan apa sebenarnya isi sate tersebut. Bahan yang digunakan adalah tempe gembus yang terbuat dari ampas pembuatan tahu dan jeroan.

Dari namanya "kere" berarti miskin atau tidak punya uang. Sebutan itu sering digunakan masyarakat Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Seperti sate kebanyakan, sate kere juga disajikan dengan bumbu kacang. Bumbu kacang untuk sate yang unik ini berbeda dengan bumbu kacang sate ponorogo dan sate di daerah lain.

Pada maza penjajahan, daging adalah makanan yang sangat mewah hanya bisa disantap oleh bangsa kolonial dan para priayi.

Jeroan sapi dipilih, karena bagi bangsa kolonial dan para priayi dianggap limbah pangan.

Baca juga: 7 Resep Sate Khas Indonesia, dari Sate Madura sampai Sate Lilit Bali

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Masyarakat pribumi yang ingin makan sate menciptakan sajian sederhana dari bahan pangan yang mereka punya.

Pada dasarnya sate kere adalah sate dengan bahan dasar jeroan sapi seperti kikil, jantung, usus, hati sapi, dan tempe gambus yang dibakar lalu disiram dengan bumbu kacang.

KOMPAS.com - Rasanya sayang jika mampir ke Solo, Jawa Tengah, tidak menyantap sate kere. Sebab penjual sate kere terbilang sulit ditemui selain di Solo.