Baccarat plan_Baccarat Winning Formula Collector's Edition_Football betting rebate

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Taruhan lotre

Crown football sourcCrown football source codee codebanyak orang-orang yang berjuang keras untuk mendaCrown football source codepatkan pekerjaan. Apa adil kalau kamu yang dipandang sudaCrown football source codeh nyaman dan mapan malah ingin meninggalkan? Apalagi kalau ternyata kamu belum memiliki cadangan dan malah menggampangkan.

Sekarang semua kembali ke kamu sendiri. Keputusan itu memang kamu sendiri yang tentukan. Hanya saja, pastikan kamu sudah matang dalam mempertimbangkan. Semua nikmat yang telah Tuhan berikan, rezeki memang sudah ada yang mengatur. Tapi rezeki juga harus diusahakan dan diperjuangkan. Yakin, kamu sudah siap menjadi pengangguran? Atau pindah ke tempat baru tapi tetap juga nggak kerasan?

Uang memang bukan segalanya. Tapi kamu harus mengakui, untuk menunjang kehidupanmu di dunia ini, tentu kamu perlu uang. Walau kamu nggak harus bermewah-mewah, tapi semua kebutuhan primermu tetap butuh dibayar dengan uang. Makan, kosan, transportasi, belum lagi segala cicilan yang terus berjalan. Jangan buru-buru mengambil keputusan, apalagi berdasar pada sikap impulsif. Masa iya mau dan tega ngerepotin orang tua lagi? Bukannya mendewakan uang, tapi di usia segini kamu sudah nggak bisa idealis tanpa mengerti hal yang praktis.

barangkali kamu butuh kerja lebih giat biar berprestasi dan diapresiasi via cohlab.com

Apa telingamu sudah cukup sering mendengar curhatan seperti ini? Atau jangan-jangan malah kamu sendiri yang kerap melakukannya? Tiba-tiba punya hasrat ingin resign, padahal setelahnya masih nggak tau kaki hendak melangkah ke mana. Kalau jadi resign, bisa jadi beberapa minggu atau bahkan hari setelahnya malah menyesal. Kok dulu gue bisa gegabah banget ya, terus kalau begini gue makan make apa. Masa iya minta orang tua???

“Ambil cuti aja.”

Memang, bosan dan jenuh termasuk alasan yang cukup sering muncul saat orang ingin resign dari pekerjaan. Hal ini biasanya terjadi bila kamu bekerja di bidang yang sebenarnya bukan minatmu. Pun terkadang meski kamu sudah berada di bidang yang kamu sukai, rasa bosan itu tetap akan menghampiri sesekali. Itu wajar terjadi saat kamu merasa stres dan jenuh dengan rutinitas sehari-hari.

“Habis resign kamu mau ke mana?”

“Kenapa?”

Bukan berarti kamu perlu resign. Bisa jadi, kamu hanya perlu cuti sejenak dan liburan. Jika setiap bosan kamu memutuskan untuk keluar, maka kamu tidak akan pernah mendapatkan tempat yang benar-benar akan membuatmu betah. Kalau masalahnya terletak pada apresiasi, cobalah sesekali kamu berprestasi. Berusaha lebih giat dulu, barulah lihat hasilnya lagi.

“Aku mau resign aja ah!”

Kamu merasa tak pernah dipuji, bertahun-tahun kamu pun tak kunjung naik gaji. Kamu merasa jadi sapi perah atau robot di perusahaan tempatmu bekerja itu. Cobalah memahami lebih dalam tentang konsep take and give. Memberi dulu, baru kamu layak menerima.

“Lagi jenuh banget, hilang arah gitu. Kerja di sini nggak pernah diapresiasi.”

Belum tentu kantor atau pekerjaanmu yang salah. Mungkin karena kamu sejak awal merasa tidak cocok, akhirnya kamu menahan diri untuk terus berkembang. Kamu bahkan mengerjakan tugas ala kadarnya, asal selesai saja. Alhasil pencapaian dan apresiasi pun sulit kamu dapatkan.

Terkadang pemikiran pribadi pun tak selamanya benar. Kamu berasumsi bahwa inilah jalan yang terbaik demi hidupmu nanti. Namun tak jarang asumsimu berubah menjadi petaka karena kamu terlalu mementingkan perasaan sendiri. Maka, tak ada salahnya juga saat akan memutuskan resign, kamu meminta pendapat orang terdekat. Jadikan pendapat mereka sebagai bahan pertimbangan dalam menghasilkan keputusan. Setidaknya, ini akan meminimalisir penyesalanmu dikemudian hari.

Apa iya kamu sudah memberi yang terbaik, hingga kamu berani menuntut yang terbaik juga?

kerja yang baik, kali dapet rekomendasi kan lumayan~ via i.huffpost.com

“Ya liburan dulu, kayanya aku kurang piknik.”

Jangan pernah gegabah perihal masa depanmu. Setiap tempat, setiap kantor, setiap instansi memiliki tantangan sendiri-sendiri. Jangan lagi berpikir untuk menyerah dan berhenti. Coba juga cari sisi baik dari pekerjaanmu saat ini. Kadang, rumput tetangga memang jauh lebih hijau.

Sebaiknya kamu memahami bahwa keputusan resign itu adalah sebuah keputusan yang besar. Kebanyakan alasannya adalah karena apa yang kamu dapatkan tidak sebanding dengan apa yang kamu harapkan. Tapi jika kamu mau mengambil sedikit waktu untuk berpikir ulang, banyak hal-hal yang perlu kamu pertimbangkan.

Sebelum surat pengajuan resign kamu ajukan pada atasan, mantapkan diri kamu sekali lagi. Pastikan tekadmu sudah bulat, dan pastikan juga bahwa segala ilmu yang ada di tempat kerja yang sekarang sudah terserap seluruhnya. Manfaatkan masa-masa terakhirmu untuk mengembangkan relasi. Semua itu penting untuk keberlangsungan karir ke depan. Ingat, kesempatan berada di tempatmu sekarang tidak didapatkan oleh semua orang.

Mentang-mentang merasa sudah waktunya untuk resign, kamu jadi makin bekerja asal-asalan. Menurutmu, toh bekerja seperti apapun, apresiasi tak kunjung kamu dapatkan. Jadi, ya sudahlah. Padahal, kamu harus tetap profesional. Selesaikan tugas dan kewajibanmu hingga tenggat waktu yang telah ditentukan. Ingatlah untuk mengerjakan segala sesuatunya dengan maksimal. Siapa tahu, surat rekomendasi dari atasan bisa memudahkan karirmu di tempat selanjutnya.

“Nggak. Aku mau resign aja. Titik.”