Berguru pada Greysia Polii dan Apriyani Rahayu H「Football Handicap Rules」alaman 2

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Taruhan lotre

Football Handicap RulesperFootball Handicap Rulesan PeFootball Handicap Ruleslatih Eng Hian

Kesuksesan Greys dan Apri, adalah hasil dari sikap kejelian dan kesabaran seorang Eng Hian.

Maklum, Ketika mulai masuk Pelatnas, ia baru berusia Football Handicap Rules17 tahun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Pada tanggal 1 Juni 1945, Bung Karno mengatakan, “Kemerdekaan adalah tak lain, tak bukan, adalah satu jembatan, jembatan emas. Di seberang jembatan itulah kita sempurnakan kita punya masyarakat.”

Tak terbilang kali Eng Hian berdiskusi agar kami ikut membantu, memberi perhatian khusus kepada Apri, yang kala itu, masih culun, meledak-ledak, cenderung sembrono dan grasak-grusuk, eksplosif dan sangat rentan dalam berbagai ihwal.

Isteri saya, sepenuh hati, memberi perhatian khusus kepada mereka, terutama Apri.

Greys dan Apri telah melewati jembatan emas itu, lalu mempersembahkan kembali emas buat bangsa Indonesia. Terima kasih dan kami bangga padamu, Greys/Apri.

Saya, isteri dan anak-anak, mengenal dan sangat dekat dengan mereka berdua, sejak dari dulu. Begitu juga Sang pelatih, juru racik, pendorong semangat dan pemberi harapan dan mimpi-mimpi indah, Eng Hian.

Isteri saya berihtiar keras merapikan Apri, mulai dari cara dan jenis baju apa yang selayaknya dikenakan, bagaimana memakai sepatu di luar lapangan, dan sebagainya.

Tujuh puluh enam tahun kemudian (2021), dua anak bangsa, Greys dan Apri, menjelang peringatan kemerdekaan, telah memberi emas kepada bangsanya, yang telah diproklamirkan oleh Bung Karno itu.