Indonesia online casino site_Best online casinos in Indonesia 2021_Football Handicap Knowledge_bodog_Baccarat Technology

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Taruhan lotre

LBaccarat Baccarat MalaysiamalaysBaccarat Malaysiaiaalu, bisakah aku bangkit? Berjuang dari nol untuk kembali menata hidupku? Takutkah aku? Atau aku akan berhenti dan bersembunyi saja di sini?

Aku menghelas napas yang panjang. Menoleh. Memandang ke lintasan jalan berkerikil di belakangku. Ya, banyak yang terjadi dalam satu tahun ini.

Segala jerih payahku. Seluruh peluh keringatku. Yang sudah tertampung dalam kendi hingga penuh. Telah menjadi mata air penyubur hidupku. Namun kini, kendi itu retak. Pecah terbelah dua.

Apakah hubungan ini yang aku inginkan? Bukan! Sebuah hubungan yang melibatkan emotional abuse dan physical abuse. Apakah aku benar-benar bahagia? Apakah rasa ini sebegitu layaknya diperjuangkan, jika harga inilah yang harus aku bayar?

Biarlah kita terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Terlepas dari segala kesulitan yang telah kita temui di tahun ini. Risiko akan tetap ada, rintangan akan tetap membentang. Tapi berjalan tegak dengan gagah berani, menjadi satu-satunya solusi yang harus dijalani. Karena apa yang sudah kita lalui sekarang, akan membentuk sosok kita di masa mendatang…

Hei, kamu! Ya, kamu! Kamu mungkin punya kisah sendiri. Kisah yang berbeda denganku. Tapi, maukah kamu berjalan ke depan bersamaku? Saling membakar semangat dan menyulut percaya diri.

Membantingku hingga ke dasar. Tanpa ampun. Tidak memberiku kesempatan untuk bernapas sedetik pun.

Tulisan ini terinspirasi dari beberapa kisah hidup dari berbagai sumber.

Sudahkah aku membahagiakan ibu? Apakah ibu bangga memiliki diriku? Ataukah aku lebih banyak mengecewakan ibu? Bisakah aku diberikan kesempatan untuk menunjukkan cintaku pada ibu lebih dalam lagi? Pertengkaran dan segala perselisihan itu, izinkanlah aku untuk menghapusnya.

Aku menghentikan langkah kakiku di penghujung jalan itu. Berdiam diri dan memejamkan mata sejenak. Sederet gambaran tak nyata berlari melintasi kepalaku. Menghantam setiap dinding nadiku. Dan memompa seluruh denyut jantungku. Bukan, bukan sebuah momen yang bisa kubanggakan. Tapi, mungkin perlu aku lukiskan.

Kamu bilang sayang. Kamu bilang cinta. Tapi, tak bisakah kamu sedikit menahan emosimu? Aku bukanlah bantalan tempat tanganmu beradu ketika kamu sedang marah. Aku tak sekuat itu, sayang. Dan aku tak selemah yang kamu kira. Kamu bilang aku tak mampu jika tak ada dirimu. Serendah itukah kamu menilai diriku? Kakiku tak bisa menopang penghinaan ini lebih jauh lagi.

Kupandangi sosok wajah itu. Wajah yang tak lagi merefleksikan berbagai ekspresi. Wajah yang tak akan pernah lagi tersenyum atau merengut. Ibu, semoga kau tenang di sana. Aku membatin tanpa bunyi.

Bagaimana aku bisa melanjutkan hidup? Segala yang aku punya hampir tak bersisa. Api semangat yang dulu berkobar, sekarang sudah hampir padam. Aku tak lagi percaya diri untuk membangun kembali dari bawah. Apa aku sanggup? Apa aku mampu?

Ah.. Semua ini jelas sia-sia. Aku harus bisa merelakannya pergi. Menyisakan rantai kenangan yang akan aku simpan dengan rapi di dalam lubuk hati. Dengan segala penyesalan yang masih tersisa di diri. Sampai kapankah kesedihan ini akan terus datang menghantui?

Aku duduk sendiri di sini. Menatap setiap goresan tinta berbentuk angka yang terpampang sepanjang helai kertas. Sekarang, nominal-nominal besar itu seperti sebuah ilusi yang menipu hati. Dadaku bergejolak. Ragaku memberontak. Jiwaku menyayat. Aku telah kehilangan semuanya. Usaha yang telah aku rintis selama ini, sekarang sudah rata dengan tanah.

Apapun yang terjadi di tahun ini, bersyukurlah selalu. Happy New Year 2016 everyone!