Football betting network_The strongest baccarat play_Gambling platform_Best Baccarat Betting Method

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Taruhan lotre

BBBBaccarat oddsaccarat oddsaccarat oddserBaccarat oddshBaccarat oddsubungan dengan banyak nasabah membuat kamu jadi paham karakter mereka. Sedikit banyak kamu jadi paham bagaimana cara menghadapi karakter nasabah yang berbeda-beda tiap harinya. Dari nasabah yang santai, baik hati, sampai yang bawel bin sensi. Duh, kalau udah yang terakhir kamu hanya perlu jurus sabar untuk menghadapi mereka.

Jam kerja memang sampai jam 3 sore, tapi kamu harus briefing dulu sampai jam 5-6 sore. Kadang ngga jarang kamu baru sampai rumah jam 8-9 malam. Kalau sudah begini, kamu kangen berat sama matahari sore… Kapan ya bisa pulang tepat jam 5 sore? Itu khayalanmu sekarang, di tengah kerjaan yang menumpuk untuk diselesaikan.

Kamu karyawan pertama yang datang. Sesekali kamu bersolek, sembari menunggu nasabah pertamamu. Perasaan kamu campur aduk. Antara excited sekaligus deg-degan. Kamu pun tak lupa berdoa agar hari ini berjalan lancar…

Bekerja sebagai frontliner bank memang terkesan jadi pekerjaan yang mentereng. Tapi sebenernya pekerjaan sebagai frontliner bank ngga semudah yang dipikir. Ada juga duka yang seringkali harus dihadapi. Ini dia curhatan para frontliner bank…

Kamu pun ngga mau melewatkan perayaan pertama gajian. Pergi makan bareng keluarga dan teman. Nraktir mereka pakai gaji pertama, walau ngga seberapa. Senangnya tuh ngga bisa digambarin dengan kata-kata.

Tibalah hari pertama kamu kerja. Subuh kamu udah mandi dan siap dandan. Biar pun hari pertama ini kamu masih pakai baju hitam putih, tapi kamu semangat ngantor pertama kali. Sepatu hak pun ga ketinggalan kamu pakai. Perjuangan di kala tes yang berlapis rintangannya, terbayar sudah.

Kadang karena kesalahan kecil atau kekhilafan kecil yang kamu lakukan, kamu jadi kena tegur atasan. Kamu merasa sedih banget. Tapi balik lagi, kamu hanya perlu mengambil hikmah dari kesalahanmu. Namanya juga manusia, pasti ada hilafnya. Ga terkecuali frontliner bank….

Senang deh, kamu akhirnya bisa keterima kerja di bank..

Eits, tapi ngga selamanya jadi frontliner bank itu enak loh. Adakalanya kamu harus melayani nasabah yang sensi. Entah mereka sensi atau ngga sabaran. Suatu ketika sang nasabah sensi protes karena suatu hal yang bukan salahmu. Salah sistem atau teknis, tapi kamu pun kecipratan amarahnya. Padahal mungkin kerugian dia ngga seberapa dibanding rasa malu kamu yang dimarahin abis-abisan di depan nasabah lainnya. Kalau sudah begini, kamu harus lapang dada dan melayaninya dengan senyuman. Walau hati rasanya udah panas.

Kini, pahit-manisnya jadi frontliner udah kamu rasain. Di atas segala pengalamanmu, kamu akhirnya bersyukur pada Tuhan bisa berjodoh dengan pekerjaan ini. Banyak hal yang bisa kamu dapet dari menjadi seorang frontliner. Kalau kamu lagi bosan atau capek melayani nasabah, kamu cukup mengenang bagaimana susahnya untuk bisa bekerja di bank tempatmu kerja. Terlebih ini pekerjaan impianmu zaman kuliah. Dengan gitu kamu bakal kembali semangat bekerja.

Kebetulan sekali kamu keterima di salah satu bank besar.  Kamu ditempatkan di kantor cabang utama. Kantornya megah dan luas. Antrian nasabahnya pun lumayan panjang. Di sini kamu dituntut untuk kerja sigap. Kamu belajar beradaptasi dengan ritme kerjanya yang hectic.

Kamu yang tadinya jarang dandan waktu kuliah, mulai belajar gimana caranya make up. Terlebih waktu kamu training juga diajarkan kok. Kamu cermati betul beauty class saat training kemarin. Udahnya kamu semangat banget belanja peralatan make up, beruntungnya kamu ditemenin sama sahabatmu yang jago dandan. Perihal hunting make up pun jadi menyenangkan.

Pokoknya hari ini spesial…

Kini suka duka jadi frontliner bank sudah kamu lewati. Kamu pun berusaha bekerja sebaiknya, biar segera dapet promosi naik jabatan. Selamat berjuang ya!

Senangnya jadi frontliner itu kamu bisa kenalan sama banyak orang. Yup! Nasabah bisa jadi teman loh. Berinteraksi dengan mereka bisa menambah relasimu. Ngga jarang beragam info bermanfaat bisa kamu dapet dari nasabah. Bahkan sesekali kamu bisa dapet diskon dari nasabah, kayak misalnya dikasih harga kos miring karena nasabahmu ternyata pemilik sebuah rumah kos.

Kamu pun belajar memahami karakter para nasabah… via www.ift.co.id

Yeaaaay! Sebulan sudah terlewati. Saatnya kamu dapat gaji pertamaaa. Dan seragam pertama dong pastinya! Senangnyaaaa kamu akhirnya bisa pakai seragam pertamamu setelah sebulan.

Dulu, waktu kamu masih semester awal kuliah, tiap kamu ke bank dan liat mbak-mbak-nya kamu jadi pingin kaya mereka. Jadi frontliner, entah customer service atau teller. Keinginan itu kamu pendam sampai akhirnya kamu lulus kuliah. Kamu pun mencoba melamar ke sejumlah bank, dan hasilnya ada satu yang tembus.

Melayani nasabah dengan maksimal adalah mottomu sekarang. Hari pertama ini nasabahmu lumayan banyak sehingga waktu makan siangmu pun terpotong. Tapi, tak apa. Walau lelah dan mungkin sedikit belum terbiasa, kamu tetap berusaha melayani mereka dengan baik.

Rekanmu yang teller malah ada yang sampai harus ganti rugi karena sedikit kurang teliti. Bahkan uang ganti ruginya mencapai nominal yang lumayan. Yah, begitulah peraturannya…

Ketika briefing sore hari, kamu dapat pujian dari atasan karena ada seorang nasabah yang berterima kasih dengan tulus sama kamu. Nasabah itu berterima kasih atas pelayananmu yang maksimal. Kamu pun bahagia. Bukan perkara dipuji, tapi bagaimana kamu berhasil melakukan pelayanan yang maksimal pada nasabahmu. Senangnya…

Bekerja sebagai frontliner sebuah bank ternama buat kamu para cewek khususnya, pasti sebuah profesi yang membanggakan. Malah mungkin jadi pekerjaan yang kamu impikan. Siapa sih yang ngga silau dengan kemilaunya para pekerja bank. Pakai seragam rapi, dandan cantik, dan sepatu hak tinggi. Serta yang lebih menggiurkan adalah gaji juga lumayan. Tapi yang namanya bekerja, pasti selalu ada suka dukanya.

Yang ini agak berat, bayangin aja, di saat kamu lagi lelah dan bete kamu dituntut untuk terus tersenyum. Abis putus sama pacar yang sakitnya akut, kamu tetap harus senyum. Lagi ada masalah keluarga kamu juga harus tetap senyum. Di sinilah tantangannya. Kamu dituntut untuk bisa profesional.

Tapi… Di bagian ga enaknya jadi frontliner sekalipun, kamu tetap bisa ambil hikmahnya. Menjadi frontliner itu artinya kamu belajar sabar.