Online Baccarat Cheating_Online betting_Introduction to Indonesia Lottery_Live Casino_BoB global sports betting platform

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Taruhan lotre

NRoulette LRoulette LRoulette Lawawawah, apabila anak nggak mendapat asupan gizi yang memadai, besar kemungkinan anak dapat menjadi ‘stunting‘ atau gagal tumbuh. Sayangnya nih, ternyata masih banyak orang tua di Indonesia yang belum sadar akan bahaya stunting yang rentan menyerang anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan. Padahal, menurut Badan Kesehatan Dunia, Indonesia berada di urutan ke-lima jumlah anak dengan kondisi stunting.

Siapa yang nggak mendambakan anak yang tumbuh sehat dan cerdas? Berbagai cara tentu rela para orangtua lakukan demi tumbuh kembang anak tercinta berjalan dengan baik dan normal. Salah satu yang biasa dilakukan orangtua adalah memperhatikan asupan nutrisi yang dikonsumsi si kecil, agar nggak sampai ada yang kurang.

Dilansir dari kompas.com, ada beberapa gejala yang dialami anak yang stunting atau gagal tumbuh. Gejala tersebut antara lain anak berbadan lebih pendek untuk anak seusianya, proporsi tubuh cenderung normal tetapi anak tampak lebih kecil untuk usianya, berat badan rendah untuk anak seusianya, dan pertumbuhan tulang tertunda. Nah, kalau sudah paham gejalanya maka para orang tua harus segera mengambil tindakan, biar nggak menyesal di kemudian hari karena kondisi ini nggak boleh dibiarkan berlanjut dan harus ditangani sebelum anak melewati usia emas.

Nah, kalau sudah tahu faktor penyebabnya, para orang tua bisa lebih waspada nih, biar anaknya nggak sampai menderita stunting.

Penting nih untuk memantau perkembangannya dari kurva pertumbuhan dari WHO ini via kellymom.com

Sebagai upaya pencegahan, sebaiknya sejak usia dini anak benar-benar dipantau kurva pertumbuhannya sehingga jika ada penurunan berat badan yang siginfikan penyebabnya bisa segera diatasi. Selain itu, penting juga untuk memberikan asupan makanan dengan gizi seimbang agar kebutuhan nutrisi anak dapat tercukupi. Jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak agar bisa dicek apakah anak butuh tambahan vitamin, misalnya tambahan zat besi. Kalau tinggi dan berat anak per bulan nggak bertambah, segera cari bantuan dari dokter anak atau ahli gizi yang kompeten di bidangnya dan jangan dibiarkan berlarut-larut.

Mungkin masih banyak orang tua yang belum begitu familiar dengan istilah stunting atau gagal tumbuh pada anak. Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama, umumnya karena asupan makan yang tidak sesuai kebutuhan gizi. Dilansir dari situs resmi IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), stunting adalah kondisi di mana anak nggak bertumbuh besar dan bertambah tinggi sesuai standar usianya sehingga anak cenderung berperawakan lebih kecil dan pendek (stunting) dari anak seusianya.

Meski sekilas saat ini nggak terlihat bahaya yang signifikan dari stunting, tapi efek jangka panjangnya jangan disepelekan. Jika seorang anak menderita stunting, maka selain anak tersebut akan berperawakan lebih pendek dan kecil daripada anak seusianya, stunting juga dikaitkan dengan perkembangan otak yang nggak maksimal sehingga menyebabkan kemampuan mental dan belajar yang kurang, yang akan memengaruhi prestasinya di sekolah. Stunting dan kondisi lain terkait kurang gizi, juga dianggap sebagai salah satu faktor risiko diabetes, hipertensi, obesitas dan kematian akibat infeksi di kemudian hari. Duh, seram ya!

Anak susah makan jadi salah satu penyebab gizi anak kurang terpenuhi, nih via confusedparent.in

Seorang anak dikatakan pendek  apabila tinggi badan atau panjang badan menurut usia melebihi batas dua standar deviasi di bawah median kurva standar pertumbuhan anak WHO. Kurangnya asupan nutrisi yang tepat pada anak di usia emas, yaitu 1000 Hari Pertama Kehidupan yaitu sejak awal kehamilan hingga anak berusia 2 tahun.

Belakangan ini  pemerintah Indonesia memang sedang gencar mengampanyekan tentang bahaya stunting pada anak di Indonesia. Ya, untuk mencetak generasi sehat dan cerdas, sepatutnya anak-anak Indonesia harus dijauhkan dari risiko stunting sejak dari awal kehamilan hingga anak berusia 2 tahun. Kalau kamu belum punya anak, jangan lupa sebarkan juga informasi ini ke orang-orang terdekat ya biar lebih banyak yang melek soal bahaya stunting ini!

Ada beberapa faktor yang menyebabkan anak stunting atau gagal tumbuh. Berikut sejumlah faktornya, dikutip dari kompas.com :